Feeds:
Tulisan
Komentar

PERTEMPURAN..@______@

Ketika akal benar-benar bertempur dengan hati

Ketika mereka sangat sengitnya bertengkar

Tentang apa yang pantas untuk dirasakan

Tentang apa yang pantas untuk dikatakan

Tentang apa yang pantas untuk dipikirkan

Tentang apa yang pantas untuk benar-benar diprioritaskan

Tentang apa yang pantas untuk dikerjakan

Dan saat mereka benar-benar lelah untuk bertengkar

Dan bukan saatnya lagi untuk bertengkar

Dan saat mereka sadar, mereka harusnya berdamai

Bahwa melawan nafsu yang memang inginkan mereka

Untuk tetap berada dalam zona yang nyaman

Zona yang mereka tidak inginkan sekali untuk ditinggalkan

Adalah lebih pantas dan lebih diutamakan

Maka biarlah, titipkan saja akal dan hatimu

Pada yang mempunyai Segala Rasa, Segala Pesona

Hingga ia menemukan eksistensinya

Dalam jalan yang lurus dan benar-benar diridhoi-Nya

YA!!

Ya, kadang harapan manusia tak sesuai dengan realita yang ada

Ya, kadang perilaku manusia benar-benar ingin keluar dari idealismenya

Ya, kadang hati ingin sekali lebih di akuisisi daripada akal

Ya, kadang iman yang tak peka rasa bisa kalah dalam rasa yang ada.

Dan ya, ya, ya,

Ya, dan semua kadang ini

Adalah parameter untuk kembali.

Maksudnya, untuk benar-benar kembali.

Maksudnya, untuk benar-benar berhenti

Ya, dan semua kadang ini

Adalah bukti pekanya rasa itu sendiri

Maksudnya, untuk benar-benar berdiri

Maksudnya, untuk benar-benar berlari lagi

Terhadap kepastian bahwa,

Rahmat-Nya selalu mendahului segala Siksa-Nya

Ampunan-Nya selalu mendahului segala Marah-Nya

Sayang-Nya selalu mendahului segala Cemburu-Nya

Ya, dan semua kepastian ini.

Adalah segala alasan bahwa aku harus kembali

Maksudnya, untuk benar-benar kembali

Hampirkah hancur kiblat pertama?

Tidak akan pernah kurasa

Bagaimana caranya

Menghancurkan apa yang dilindungi oleh al-Muntaqim?

Sia-sia

Kasian

Iba

Tapi sudah takdirnya

Pintar tapi tersesat? Dan tahu bahwa dia tersesat? Dan mempertahankan kesesatan yang otomatis menghilangkan kepintaran?

Yahudi, kenapa kau bego sekali?

Tapi terima kasih,karena menjadi tempat sampah semua amarah kami.

Kutepiskan semu dan kuwarnai warna

Bahwa rasa akan berbeda

Bila cara dan jalannya beda pula

Satu bulan yang mungkin kusiakan

Takkan kembali karena adanya sunnatullah waktu

Tak akan berhenti berlari

Pasti

Tetap

Dan gegap gempita tabuh menabuh kulit sapi

Rayakan kemenangan setiap hati

Tapi satu dalam sini

Tidak.

Satu dalam sini, berharap bertemu dengannya lagi

Rindu walau belum berpisah

Ingin ceritakan semuanya yang ada

Dan kelak akan berbagi kata dan rasa

Atas semua malam terindah

Kepak sayap malam yang mentasbihkan seluruh harapan dan asa

Takkan tergantikan semalam pun di rasa biasa

Dan disini yakin

Dia akan tepati janjinya

Walau mungkin, ada banyak yang tak bisa temuinya

Walau sekejap saja

Walau sejenak jua

Ramadhan, tunggulah kami di rasa depan

……………..

Teman,, sebelumnya mohon maaf, ni tulisannya rada aneh,, enggak rada sih,, emang aneh,, baru pemanasan nulis lagi ditengah akhir libur lebaran yang membingungkan. Bingung mau ngapain, kuliah enggak, ngajar enggak,, main-main aja seharian sambil makan kacang sampe kembung (nah loo,,) okoko.. kita nyanyi dulu yuk,,,…

Sungguh indah permata dunia,

Intan mutu manikam emas dan berlian yang memikat hati

Namun tiada seindah bunga

Wanita shalihah harapan agama

Mencipta rumahnya, seindah syurga

Menjaga akhlaknya sebening mata

Qana’ah selendangnya dalam rumah tangga

Sejuk di kalbunya, tunduk pandangnya…

Kini aku telah mendapatkan

Apa yang dijanjikan oleh Tuhan

Betapa bahagia hati ini

Bersama karunia darimu Ilahi

Permata dunia, by Suara Persaudaraan

Saat denger nasyid ini apa yang anda rasakan???

Jujur, saya malu. Sebegitu tingginyakah para muslim mempersepsikan muslimah??

Ditengah hiruk pikuk dunia yang makin berbahaya saja,, ada juga orang yang nyiptain lagu seindah ini, menceritakan tentang muslimah yang ideal (saya gak bilang sempurna karena kesempurnaan setiap makhluk Allah terletak di dalam ketidaksempurnaannya) dan muslimah kayak gitu,, pastinya ada. (semoga kita termasuk di dalamnya…amiiiiinn…amiiin…)

Senang karena di hari yang seperti ini, di hari dimana banyak orang-orang aneh yang nyiptain lagu aneh-aneh,, lagu lagu yang gak ngebangun sama sekali, malah memerosotkan mental dan lagu-lagu yang gak berintelektual. Dalam dasar saya hanyalah manusia yang masih terlalu tak paham dan itu menuntut saya untuk terus belajar. Bukan menghakimi, cuman benar-benar subjektivitas saja. Begitukah caranya menyampaikan pendapat? Entahlah, saya hanya berusaha untuk menguraikan kata-kata dan kalimat yang berlomba-lomba mencuat keluar dari pikiran saya, meminta untuk dipilih dan akhirnya diketikkan ke keyboard saja…

Tapi kata teman, yang juga sahabat, yang juga abang, yang juga saudara seiman dan sama-sama belajar, katanya lisan adalah ekspresi dari iman,, dan yang ini,, saya setuju dengan beliau.

Berarti, kita bisa melihat keimanan seseorang dari kata-kata yang terluncur baik sengaja ataupun tidak sengaja yang keluar dari lisannya. Dan lisan dalam hal ini bergerak dari dalam pikiran. Hati juga. Kadang gak pake mampir ke pikiran malah langsung diomongin ada, kadang mampir ke pikiran dan akhirnya gak jadi buat diomongin pun ada. Kadang saya heran sama diri saya sendiri, kan mulanya mau bikin satu topic ya,, tapi kok pikiran saya meloncat ke bagian yang lain, yang kadang berkaitan dan kadang terlempar jauh dari topic semula,, kadang gak nyaman juga dengan kondisi seperti ini,, tapi setelah saya bicarakan dengan beberapa senior yang udah nerbitin buku,,, ehem-ehem, uhukuhuk..(cccccceeeeeeeeiiiiillleeeehhh,, pamer jaringan,,,) katanya gak apa-apa,, malah bagus katanya,, tulisin aja  septi,,, tulis dulu,, biarkan mengalir dulu,, nanti kalo alirannya udah selesai dan udah capek jalan-jalan kemana-mana, baca ulang tulisannya baru deh dibikin sket yang rapi,, jangan membunuh karaktermu dalam menulis, yang penting tulis aja duli,, kalo memang karakter menulismu acak-acakan dulu, seakan semua kalimat dan kata kerja, kata sifat, keterangan, subjek, objek minta keluar dulu,, ya keluarin aja dulu,, kalo dah keluar semua baru dibarisin satu-satu…(tapi yang ini,, beneran diusir keluar dan akhirnya mereka pada ngambek gak mau dibarisin, dan beginilah,, beginilah,, nikmatin aja pokoknya..)

Jadi,, buat semuanya yang suka baca tulisan saya,, jangan kaget yak,, hhehe,,bisa jadi septi wulandari pertamanya bicarain halakoh dan akhirnya bisa ke resep makanan, atau ke pergerakan mahasiswa atau ke topic runtuhnya evolusi darwinisme…(lah,, ini materi halakohnya bukan,, ckckck,, halakohnya ngilmi banget ya…hihihihi,,, buat nesya: no offense!!! Kak ang: aku dibelakangmu!!![kan gak sopan kalo yang lebih muda dan lebih keren jalan duluan di depan,, hehhe..])

Ok,, kembali ke laptop,, tadi kita ngapain?? Yak betul!! Lagi nyanyi ceritanya,, nyanyi lagu yang mellow kayak gitu,, ada kata rumah tangga-rumah tangganya segala lagi,, beeeuuuhhh si septi,, makin lama makin absurd,, hheheh,, biarin!! (kata mama: ini absurd atau syndrome pengen nikah…)…(lol)

Ehem-hem-hem,, ini juga ngedengerin mp3 yang sering diputar sama temen-temen di asrama juga,, tadinya mah,, gak kenal yang namanya nasyid-nasyid romantic ala pernikahan alias walimah trallaalallala gitu,, tapi yah,, kuping saya tetep gak bisa gak dengerin…(maklum,, kakak-kakaknya angkatan tua, sudah menuju ke masa depan yang lebih cerah mulu topic ngomongnya, alhasil gini deh, jadi kebawa-bawa…hehehh….)

Waaahhh,, ada yang ngomong tuh,,,(dalem hati tapinya)

“ni anak aneh mau ngomongin apa sih??”

“ok sep,, sebelum blog lw gw tutup,, intinya sep!!!! INTINYA!!! Gw gak tahan lagi sama lw sep…”

Ok. Jangan marah. Jangan marah. Orang sabar ada sama Allah. (ngeles mode: on)

Yak,, gitu aja yak… daddah….

Eh-eh ada yang ngomong lagi (tetep dalam hati)

“ya Allah,, Astaghfirullah,,, ni anak waham apa isolasi sosial apa halusinasi..”

“minta dijitak apa diapain sep??”

“……..”(ini temen plegmatis,, bisa jadi terlalu koleris, jadinya malas ngomentarin dan udah “maklum”)

Intinya, malu aja pas mereka sampai pada kalimat, wanita shalihah harapan agama. Emang indah banget pas dengerin itu, tapi. Kebayang juga bahwa tanggung jawab buat jadi harapan agama itu sulit banget. Sulit. Dan ini gak main-main. Ini nyata. Disaat orang-orang yang amat teguh pendiriannya, amat baik agamanya malah difitnah dan ada yang dibenci orang…bijaksanakah bila kita bilang itu adalah sunnatullah, dan emang udah jamannya gitu?, ya, boleh bilang gini,, tapi tetap harus ada introspeksi, tetap harus ada yang namanya self introspection( halah,, ini  mah sama namanya…) ceritanya menekankan kata…gitu…

Dan, sejuk kalbunya tunduk pandangnya,,, beeeuuhhh… berat-berat,, apalagi kalo ke moll,, yang namanya tunduk pandangnya,,,,maksudnya bukan ngeliat kaum adam, atau hawa (sep…sep…gw mohon sep…)maksudnya ngeliatin barang-barang yang ada di mol…susah banget,, susah banget…

Sunnatullahnya, orang-orang yang menyeru pada kebaikan hanya sedikit. Dan dari golongan orang-orang yang menyeru kepada kebaikan tersebut, lebih sedikit lagi yang mau nahi munkar. Tapi orang-orang seperti itu akan terus ada sampai hari kiamat. Pilihannya, ada si tangan masing-masing orang..
“oh,, jadi ceritanya si septi mau resensi lagu???”

“bukan”

“jadi???”

“ini belajar nulis doang,, dan belajar barisinnya entar lagi…”

(subhanallah,, bahkan berdialog dua arah, dan dialognya gak tahu sama siapa…apakah ini virus kepribadian ganda ala billy milligan???)

Semakin lama kalo gak kuat-kuat iman tantangan yang dihadapi sama muslimah di era yang modern kayak sekarang semakin berat. Jangankan yang belum belajar islam,, yang baru belajar dan udah belajar banyak bahkan udah pada jadi ulama pun kadang tergelincir sama zaman…tergelincir sama teknologi misalnya facebook dan ym,,gak kebayang dan gak penting dibayangin juga sih kalo seandainya pas zaman rasulullah ada facebook.. gimana jadinya yak…

Semangat berbagi….peace…don’t be afraid to be yourself…just yourself….

^__^

Aku mencintainya

Lebih dari kalimat

Aku  mencintainya

Cukupkah bagiku waktu

Untuk sekedar buatnya tertawa

Karena senyumnya

Adalah larik sinar matahari pagi

Yang hangatkan aku setiap hari

Walaupun diriku mungkin sebeku es

Dan aku pun tak ada daya

Untuk cairkan kebekuanku sendiri

Bunda, engkaulah susu coklat hangat itu

Dan ayah, roti keju, biscuit kacang dan telur mata sapi

Buatku kenyang setiap hari

bila

Bila bidadari yang tidak solat, tidak wudu, dan tidak puasa saja cantiknya jauh diluar luar biasa

Bila bidadari yang tidak solat, tidak wudu, dan tidak puasa ludahnya bisa maniskan seluruh samudra

Bila bidadari yang tidak solat, tidak wudu, dan tidak puasa bersisirkan emas dan jeli bola matanya

Bagaimana denganmu yang solat, wudu dan puasa wahai saudariku?

verbal attack…

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum kaum laki-laki mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diolok-olok) lebih baik daripada (yang mengolok-olok) dan janganlah pula mencela diri sendiri…(QS. Al-Hujurat 11)

Ghibah, mengunjing atau membicarakan keburukan orang lain merupakan rangkaian satu makna. Rasulullah SAW mendefenisikan makna ghibah kepada sahabatnya dengan sebuah pertanyaan.
Rasulullah SAW bersabda, “Tahukah kamu apa itu ghibah? Mereka menjawab. “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui”. Rasul bersabda, “Engkau membicarakan keburukan saudaramu dengan sesuatu/yang tidak ia sukai”. Sahabat bertanya, “Bagaimana jika yang saya katakan itu benar adanya? Beliau menjawab, “Jika apa yang kamu katakan benar, engkau menggunjingnya. Sedangkan jika tidak benar, maka engkau telah berbohong kepadanya”. (HR. Muslim, Abu Daud dan Nasai)

Biasanya, membicarakan keburukan orang lain berawal dari percakapan ringan yang menjalar kepada membicarakan pribadi orang lain atau suatu kaum. Suatu ketika perempuan pendek datang menemui Rasulullah SAW karena ada suatu kebutuhan. Setelah wanita pendek berlalu, Aisyah berkata, “Alangkah pendeknya perempuan itu”, lalu Nabi SAW bersabda, “Takutlah kamu kepada pergunjingan, karena di dalamnya terdapat tiga macam bencana, yaitu tidak dikabulkannya doa bagi orang yang melakukannya, tidak diterima kebajikannya dan bertumpuk-tumpuklah kejahatan dalam dirinya”. Membicarakan tentang pribadi seseorang jika benar berarti ia telah menggunjing. Jika tidak, ia telah mengadakan suatu kebohongan terhadap orang lain.

Karena begitu kejinya perbuatan ini, Allah membuat perumpaan orang menggunjing dengan orang yang memakan bangkai saudaranya yang telah mati. Oleh karena menggunjing orang lain berarti merobek kehormatan orang lain. Allah berfirman, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang kamu memakan daging saudaranya sendiri”. (QS. Al-Hujurat 12)

Pada hakikatnya, tidak ada satu kebaikanpun yang diperoleh ketika menggunjing orang lain, selain daripada dosa-dosa bertambah. Setiap kali seseorang membicarakan keburukan orang lain berarti ia telah mentransfer amal ibadahnya kepada orang yang digunjingi. Suatu ketika Hasan Basri mengirimi satu kantong kurma kepada orang yang sering membicarakan keburukannya. Kurma yang ia kirim sebagai hadiah kepada orang menggunjinginya. Lalu ia berpesan, “Dengan bergunjing Anda telah memindahkan amal ibadah Anda kepadaku. Aku sadari bahwa karena kurma kiriman ini bukanlah hadiah yang sepadan untuk kebaikan anda kepadaku. Aku berharap Anda bersedia menerima hadiah yang aku berikan dengan kerendah-hatian ini”.

Dari Abu Laits Al Bukhari, sesungguhnya dia pernah pergi beribadah haji. Dia menaruh 2 dirham dalam sakunya dan ia bersumpah, “Jika aku menggunjing seseorang dalam perjalanan menuju Mekah, baik berangkat ataupun pulang, maka bagi Allah wajib atasku untuk bersedekah 2 dirham”.

Berangkatlah ia ke Mekah dan pulang ke rumahnya, sedangkan di dalam sakunya kedua dirham itu masih utuh. Ketika ditanyakan masalah itu ia mengatakan, “Sungguh, berzina seratus kali lebih aku sukai daripada menggunjing sekali”.

Dosa orang yang bergunjing lebih berat daripada orang yang berbuat zina. Orang yang berzina jika ia benar-benar bertaubat dosanya akan diampuni Allah. Sedangkan orang yang menggunjing orang lain, dosa-dosanya tidak akan dapat diampuni sebelum orang yang digunjingi memaafkannya. Orang yang bertaubat dari menggunjing keburukan orang lain adalah orang yang terakhir masuk surga.
Sedangkan orang tidak bertaubat, maka ia orang yang pertama masuk neraka.

karena setiap perbuatan mempunyai reaksinya masing-masing…

dan sadarkah,,, kalian akan selalu kami doakan,,

karena yang kalian lakukan hanyalah berasal dari hati yang panas dan marah, disebabkan kesombongan yang ada pada diri kalian yang terus menerus menolak kebenaran…

ikhwah fillah… sesungguhnya setiap doa,, akan diijabah Allah,, cepat atau lambat…

dan setiap kata buruk yang kalian ucapkan,, takkan pernah membuat kami marah,, ataupun sekadar tersinggung..

karena kami mengetahui,, jauh di dalam hati kalian…pasti ada secercah cahaya kebenaran..

dan karena…

hanya Allah lah yang membolak-balikan setiap hati,, yang menggenggam setiap hati, yang menggenggam setiap jiwa.

dan kami selalu berlindung pada-Mu wahai Ar Rahman.

let it flow….

biarlah  gemuruh itu kutahan dalam hatiku saja.

biarlah badai yang datang memporak-porandakan semuanya, akan pergi sebentar lagi.

walau badai dan gemuruhnya membuat semua tidak pada tempatnya.

biarlah kutata ulang lagi.

asal dia sudah pergi.

dan waktu yang kuhabiskan untuk membereskan semuanya

adalah lebih berharga daripada menunggu badai yang tak kunjung reda.

Karena aku tak akan sanggup kendalikan badai

Yang aku sanggup adalah mengendalikan keadaan setelah dan sebelum badai itu datang.

Hal-hal yang kita hanya bisa berinteraksi dengannya

Dan hanya itu yang bisa aku lakukan wahai kawan…

saat

Saat kagum adalah

Saat engkau lihat dia sangat dekat pada-Nya

Saat suka adalah

Saat engkau dengar lisannya yang terjaga

Saat bangga adalah

Saat engkau rasakan ruh iman dari seluruh ekspresinya

Saat simpati adalah

Saat engkau tatap dia tetap berdiri walau sendiri

Mempertahankan apa yang selama ini dia yakini

Idealismenya dan ajaran Rasul-Nya

Bila dia harus pergi?

Kupinta sangat agar ruhnya tetap disini.

Karena kenangan, adalah sepercik api majusi abadi

Tulisan Sebelumnya »