Teman,, sebelumnya mohon maaf, ni tulisannya rada aneh,, enggak rada sih,, emang aneh,, baru pemanasan nulis lagi ditengah akhir libur lebaran yang membingungkan. Bingung mau ngapain, kuliah enggak, ngajar enggak,, main-main aja seharian sambil makan kacang sampe kembung (nah loo,,) okoko.. kita nyanyi dulu yuk,,,…
Sungguh indah permata dunia,
Intan mutu manikam emas dan berlian yang memikat hati
Namun tiada seindah bunga
Wanita shalihah harapan agama
Mencipta rumahnya, seindah syurga
Menjaga akhlaknya sebening mata
Qana’ah selendangnya dalam rumah tangga
Sejuk di kalbunya, tunduk pandangnya…
Kini aku telah mendapatkan
Apa yang dijanjikan oleh Tuhan
Betapa bahagia hati ini
Bersama karunia darimu Ilahi
Permata dunia, by Suara Persaudaraan
Saat denger nasyid ini apa yang anda rasakan???
Jujur, saya malu. Sebegitu tingginyakah para muslim mempersepsikan muslimah??
Ditengah hiruk pikuk dunia yang makin berbahaya saja,, ada juga orang yang nyiptain lagu seindah ini, menceritakan tentang muslimah yang ideal (saya gak bilang sempurna karena kesempurnaan setiap makhluk Allah terletak di dalam ketidaksempurnaannya) dan muslimah kayak gitu,, pastinya ada. (semoga kita termasuk di dalamnya…amiiiiinn…amiiin…)
Senang karena di hari yang seperti ini, di hari dimana banyak orang-orang aneh yang nyiptain lagu aneh-aneh,, lagu lagu yang gak ngebangun sama sekali, malah memerosotkan mental dan lagu-lagu yang gak berintelektual. Dalam dasar saya hanyalah manusia yang masih terlalu tak paham dan itu menuntut saya untuk terus belajar. Bukan menghakimi, cuman benar-benar subjektivitas saja. Begitukah caranya menyampaikan pendapat? Entahlah, saya hanya berusaha untuk menguraikan kata-kata dan kalimat yang berlomba-lomba mencuat keluar dari pikiran saya, meminta untuk dipilih dan akhirnya diketikkan ke keyboard saja…
Tapi kata teman, yang juga sahabat, yang juga abang, yang juga saudara seiman dan sama-sama belajar, katanya lisan adalah ekspresi dari iman,, dan yang ini,, saya setuju dengan beliau.
Berarti, kita bisa melihat keimanan seseorang dari kata-kata yang terluncur baik sengaja ataupun tidak sengaja yang keluar dari lisannya. Dan lisan dalam hal ini bergerak dari dalam pikiran. Hati juga. Kadang gak pake mampir ke pikiran malah langsung diomongin ada, kadang mampir ke pikiran dan akhirnya gak jadi buat diomongin pun ada. Kadang saya heran sama diri saya sendiri, kan mulanya mau bikin satu topic ya,, tapi kok pikiran saya meloncat ke bagian yang lain, yang kadang berkaitan dan kadang terlempar jauh dari topic semula,, kadang gak nyaman juga dengan kondisi seperti ini,, tapi setelah saya bicarakan dengan beberapa senior yang udah nerbitin buku,,, ehem-ehem, uhukuhuk..(cccccceeeeeeeeiiiiillleeeehhh,, pamer jaringan,,,) katanya gak apa-apa,, malah bagus katanya,, tulisin aja septi,,, tulis dulu,, biarkan mengalir dulu,, nanti kalo alirannya udah selesai dan udah capek jalan-jalan kemana-mana, baca ulang tulisannya baru deh dibikin sket yang rapi,, jangan membunuh karaktermu dalam menulis, yang penting tulis aja duli,, kalo memang karakter menulismu acak-acakan dulu, seakan semua kalimat dan kata kerja, kata sifat, keterangan, subjek, objek minta keluar dulu,, ya keluarin aja dulu,, kalo dah keluar semua baru dibarisin satu-satu…(tapi yang ini,, beneran diusir keluar dan akhirnya mereka pada ngambek gak mau dibarisin, dan beginilah,, beginilah,, nikmatin aja pokoknya..)
Jadi,, buat semuanya yang suka baca tulisan saya,, jangan kaget yak,, hhehe,,bisa jadi septi wulandari pertamanya bicarain halakoh dan akhirnya bisa ke resep makanan, atau ke pergerakan mahasiswa atau ke topic runtuhnya evolusi darwinisme…(lah,, ini materi halakohnya bukan,, ckckck,, halakohnya ngilmi banget ya…hihihihi,,, buat nesya: no offense!!! Kak ang: aku dibelakangmu!!![kan gak sopan kalo yang lebih muda dan lebih keren jalan duluan di depan,, hehhe..])
Ok,, kembali ke laptop,, tadi kita ngapain?? Yak betul!! Lagi nyanyi ceritanya,, nyanyi lagu yang mellow kayak gitu,, ada kata rumah tangga-rumah tangganya segala lagi,, beeeuuuhhh si septi,, makin lama makin absurd,, hheheh,, biarin!! (kata mama: ini absurd atau syndrome pengen nikah…)…(lol)
Ehem-hem-hem,, ini juga ngedengerin mp3 yang sering diputar sama temen-temen di asrama juga,, tadinya mah,, gak kenal yang namanya nasyid-nasyid romantic ala pernikahan alias walimah trallaalallala gitu,, tapi yah,, kuping saya tetep gak bisa gak dengerin…(maklum,, kakak-kakaknya angkatan tua, sudah menuju ke masa depan yang lebih cerah mulu topic ngomongnya, alhasil gini deh, jadi kebawa-bawa…hehehh….)
Waaahhh,, ada yang ngomong tuh,,,(dalem hati tapinya)
“ni anak aneh mau ngomongin apa sih??”
“ok sep,, sebelum blog lw gw tutup,, intinya sep!!!! INTINYA!!! Gw gak tahan lagi sama lw sep…”
Ok. Jangan marah. Jangan marah. Orang sabar ada sama Allah. (ngeles mode: on)
Yak,, gitu aja yak… daddah….
Eh-eh ada yang ngomong lagi (tetep dalam hati)
“ya Allah,, Astaghfirullah,,, ni anak waham apa isolasi sosial apa halusinasi..”
“minta dijitak apa diapain sep??”
“……..”(ini temen plegmatis,, bisa jadi terlalu koleris, jadinya malas ngomentarin dan udah “maklum”)
Intinya, malu aja pas mereka sampai pada kalimat, wanita shalihah harapan agama. Emang indah banget pas dengerin itu, tapi. Kebayang juga bahwa tanggung jawab buat jadi harapan agama itu sulit banget. Sulit. Dan ini gak main-main. Ini nyata. Disaat orang-orang yang amat teguh pendiriannya, amat baik agamanya malah difitnah dan ada yang dibenci orang…bijaksanakah bila kita bilang itu adalah sunnatullah, dan emang udah jamannya gitu?, ya, boleh bilang gini,, tapi tetap harus ada introspeksi, tetap harus ada yang namanya self introspection( halah,, ini mah sama namanya…) ceritanya menekankan kata…gitu…
Dan, sejuk kalbunya tunduk pandangnya,,, beeeuuhhh… berat-berat,, apalagi kalo ke moll,, yang namanya tunduk pandangnya,,,,maksudnya bukan ngeliat kaum adam, atau hawa (sep…sep…gw mohon sep…)maksudnya ngeliatin barang-barang yang ada di mol…susah banget,, susah banget…
Sunnatullahnya, orang-orang yang menyeru pada kebaikan hanya sedikit. Dan dari golongan orang-orang yang menyeru kepada kebaikan tersebut, lebih sedikit lagi yang mau nahi munkar. Tapi orang-orang seperti itu akan terus ada sampai hari kiamat. Pilihannya, ada si tangan masing-masing orang..
“oh,, jadi ceritanya si septi mau resensi lagu???”
“bukan”
“jadi???”
“ini belajar nulis doang,, dan belajar barisinnya entar lagi…”
(subhanallah,, bahkan berdialog dua arah, dan dialognya gak tahu sama siapa…apakah ini virus kepribadian ganda ala billy milligan???)
Semakin lama kalo gak kuat-kuat iman tantangan yang dihadapi sama muslimah di era yang modern kayak sekarang semakin berat. Jangankan yang belum belajar islam,, yang baru belajar dan udah belajar banyak bahkan udah pada jadi ulama pun kadang tergelincir sama zaman…tergelincir sama teknologi misalnya facebook dan ym,,gak kebayang dan gak penting dibayangin juga sih kalo seandainya pas zaman rasulullah ada facebook.. gimana jadinya yak…
Semangat berbagi….peace…don’t be afraid to be yourself…just yourself….